Globalisasi dan Dampaknya Terhadap Indonesia

Globalisasi adalah suatu proses yang menghubungkan perekonomian antar negara diseluruh dunia tanpa batasan apapun.Globalisasi jika disadari atau tidak, ada negara yang lebih diuntungkan demikian juga sebaliknya tergantung kemampuan dan strategi setiap negara dalam menghadapi situasi ini,kita juga harus menyadari, bahwa setiap negara mempunyai kepentingan sendiri,yang tentu saja bisa merugilan negara lain.Berkat Globalisasi, pemain basket Chicago Bull pendapatannya mencapai US $40 juta pertahun.Dengan kenyataan seperti itu, globalisasi bisa merupakan peluang untuk maju, sekaligus mala-petaka, apabila tidak dapat mengelola globalisasi dengan baik.karena itu, negara berkembang harus menerapkan prinsip-prinsip globalisasi secara bertahap dan memiliki strategi untuk mengelola globalisasi, sehingga dampak negatifnya dapat diturunkan sekecil mungkin.

Pada era pemerintahan Soeharto, lembaga-lembaga keuangan dunia seperti Bank Dunia sebagai alat atau media negara-negara maju untuk mempengaruhi negara berkembang termasuk Indonesia untuk dapat memberi bantuan keuangan dengan persyaratan tertentu.Pada era orde baru lembaga-lembaga itu dengan leluasa bekerjasama dengan Indonesia dan mengeruk keuntungan sebesar-besarnya seperti pada sektor pertambangan.Sebelum krisis tahun 1977, kondisi hutang Indonesia sudah mencapai 30% dari PDB dan saat krisis rasio hutang membengkak hingga 128%.LKI (Lembaga Keuangan Internasional pernah mencatat bahwa hutang domestik sebesar U$ 68,9 miliar dolar. Pembayaran cicilan hutang telah mengambil porsi 52% dari total penerimaan pajak yang dibayarkan oleh rakyat sebesar Rp 219,4 T.Alokasi APBN untuk pendidikan, kesejahteraan rakyat telah digunakan oleh kepentingan negara untuk membayar hutang.Menurut Data KAU (Koalisi Anti Utang) pada tahun 2006 mencapai angka 69,8 triliun.

Globalisasi tidak lain adalah merupakan upaya para kapitalisme untuk memperluas usahanya dengan menggunakan intuisi negara-negara maju untuk melakukan pengaruh terhadap negara berkembang yang kaya akan sumberdaya yang dapat dimanfaatkan untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya dengan menggunakan faham liberalism.
About these ads